Wednesday, August 31, 2016

3:04:00 PM
Halo guys, dari judul diatas bukan berarti kepengen gagal terus ya, tapi karena gagal membuat aku pengen mencoba lagi sampai berhasil. Dari tulisanku yang sebelumnya Gagal Itu Menyakitkan yang waktu itu gagal karena tidak lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN dengan beasiswa). hiks..hiks.. Tetapi dari kegagalan itu saya jadi punya pengalaman berharga tentang jalur-jalur masuk perguruan tinggi dan punya pengalaman cari beasiswa,wow..  aku juga masih merasa bersyukur pernah merasakan bangku kuliah di kampus sefavorit UNS , walaupun cuma sehari doang. hehe..

Sebenarnya setelah gagal lolos SBMPTN itu aku masih punya harapan untuk langsung lanjut kuliah. Harapan itu datang dari bapakku, yang awalnya tidak mendukung aku kuliah karena masalah biaya akhirnya bapakku malah menawari kuliah di kampus swasta. Kalau kampus swasta biasanya bulan agustus pun masih bisa menerima mahasiswa baru. Aku tidak tahu kenapa beliau menjadi mendukung kuliah, katanya yang penting masuk kuliah dulu aja nanti masalah biaya mau bapak usahakan. Tapi aku malah jadi merasa kasihan sama bapakku, aku takut nanti klo aku kuliah beliau harus bekerja sangat keras dan besar kemungkinan untuk menjual tanah. Padahal kedua ortuku sangat anti jual tanah. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya aku memutuskan untuk menunda kuliah dengan pertimbangan pertama aku masih punya harapan untuk mengikuti seleksi beasiswa lagi tahu depan. Kedua, sebenarnya aku masih belum yakin tentang jurusan kuliah yang sesuai dengan passionku. Jadi aku lebih memilih untuk masuk ke dunia kerja dulu supaya aku mendapatkan wawasan dan referensi untuk memilih jurusan kuliah pada kesempatan berikutnya dan sekalian ngumpulin uang.

Selama menunggu ujian SBMPTN tahun selanjutnya yaitu tahun 2015, aku telah bekerja di dua tempat. Yang pertama aku kerja di toko komputer dan warnet di Salatiga belakang kampus UKSW. Jadi disana malah bikin tambah pengen kuliah deh.. aku kerja disana cuma dua bulan lalu pindah kerja ke PT. Sumber Alfaria Trijaya (Tbk) atau lebih dikenal Alfamart. Aku menjadi karyawan Alfamart selama enam bulan. Aku resign dari Alfamart karena aku mau fokus belajar soal-soal SBMPTN lagi karena waktu itu bulan Mei dan ujian SBMPTNnya bulan Juni 2015. Jadi ada waktu sekitar satu bulan untuk fokus belajar. Berhubung aku punya duit aku lebih intens untuk belajar dengan membeli buku-buku SBMPTN yang terdapat berbagai latihan soal dan tips agar lolos SBMPTN.

Aku pun menyusun strategi agar bisa kuliah dengan gratis atau dengan biaya yang seminimal mungkin. Aku segera mendaftar beasiswa dari pemerintah, segala persyaratan langsung aku lengkapi tinggal daftar jalur masuk ke PTN atau PTS. Aku lalu berburu kampus dengan mendaftar berbagai jalur masuk, yang pertama SBMPTN di Solo, kedua Ujian Mandiri UGM di Jogja, ketiga Ujian Mandiri UNY di Jogja, Ujian Mandiri UNDIP di Semarang dan Jalur Pemanik UKSW di Salatiga. Jadi dalam berburu kampus itu membuat saya sering muter-muter daerah Solo, Jogja, Salatiga dan Semarang tanpa ada yang menemani men, selalu sendiri bagai ‘pendekar tanpa pedang’. Tidak jarang salah jalan bahkan pernah muter-muter di Klaten. Ngerasanya udah jalan jauh eh ternyata balik lagi dijalan yang dilewati tadi, kebayang ga bagaimana frustasinya. Huuuh..  

Yang pertama aku ikut SBMPTN waktu itu lokasinya di SMK N 5 Surakarta, SBMPTN menyediakan maksimal 3 pilihan jurusan kuliah. aku memilih jurusan Manajemen di UNS sebagai pilihan pertama, pilihan kedua Akuntansi di UNDIP. Seperti mengerjakan SBMPTN pada tahun sebelumnya, semua peserta hanya fokus mengerjakan sendiri soal-soal yang kami hadapi. Setelah pengumuman ternyata saya kembali tidak lolos alias GAGAL. Tetapi aku udah punya antisipasinya dengan plan B, masih ada Ujian Mandiri UGM di Jogja jurusan Teknologi Informasi. Karena rumahku jauh aku berangkat ke Jogja pukul 04.30 karena ujian mulai nya jm 7 pagi. Setelah ada pengumuman saya GAGAL lagi, tidak lolos. Ujian Mandiri UNY pun GAGAL juga. Tinggal tersisa dua harapan, yaitu Ujian Mandiri UNDIP dan UKSW. Setelah saya hampir frustasi dengan kegagalan-kegagalan itu, akhirnya aku diterima di UNDIP dengan jurusan Ilmu Administrasi Bisnis dan di UKSW pun diterima. Untungnya strategiku tepat karena beasiswa yang telah aku daftar tadi sudah aku ajukan di UKSW sebelumnya. Karena aku berfikir kalau aku diterima di PTN maka biaya kuliahnya jauh lebih murah daripada PTS. Sehingga beasiswanya aku ajukan di UKSW salatiga yang merupakan PTS.

Disini aku mulai bimbang memilih antara UNDIP dengan UKSW, sebenarnya aku lebih condong untuk memilih UKSW karena aku bisa kuliah dengan beasiswa. Tetapi waktu itu status beasiswaku belum pasti lolos sehingga aku takut kalau UNDIP tidak aku ambil dan tidak dapat beasiswa di UKSW maka aku harus bayar biaya yang terlalu wow. Sedangkan di UNDIP jauh lebih murah karena PTN memakai sistem UKT yang biayanya tegantung penghasilan orang tua. Lalu setelah aku menemui bagian kemahasiswaan UKSW untuk meminta kejelasan akhirnya jawaban beliau sangat menenangkan karena saya sudah pasti dapat beasiswa. Dan sekarang aku sangat bangga bisa kuliah di UKSW Salatiga jurusan Teknik Informatika. :-D yessss..

Saya bertekad untuk menjadi mahasiswa yang mau belajar secara maksimal agar nanti selalu berguna bagi orang lain. Yang bisa dijadikan catatan dari tulisan ini:
  1. Dengan semangat juang yang tinggi kita bisa meraih apa yang bisa kita ingin kan, tidak banyak orang yang tahu tentang beasiswa dan tidak banyak orang yang memiliki alasan yang kuat.
  2. Kegagalan adalah pengalaman yang berharga jadi jangan takut gagal.
  3. Dengan niat yang kuat membuat kita dipercaya, contohnya bapakku tadi yang pada awalnya tidak sanggup bayar kuliah berubah pikiran menjadi sanggup walaupun aku lebih memilih menunda satu tahun karena nanti bapak harus bersusah payah.
Saat ini saya baru semester 4 di UKSW atau baru tahun kedua karena satu tahun ada 3 semester. Perkembangan akademik saya pun lumayan bagus selama 3 semester ini dengan ditunjukan IPK yang selalu naik di setiap semester. Disini saya merasa sangat bahagia karena disini menurut saya fasilitasnya cukup lengkap untuk mengembangkan potensi mahasiswa. Selain itu disini yang memiliki sebutan ‘Indonesia Mini’ dengan berbagai perbedaan memiliki rasa nasionalisme dan toleransi yang amat tinggi. 

0 komentar:

Post a Comment