Oke
kali ini saya terlebih dahulu memperkenalkan diri, nama
saya Yuono, bocah ingusan tapi bukan pecundang.. hehe.. Saya adalah
lulusan SMK
Pembangunan Ampel, Boyolali jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Saya
lulus
SMK pada tahun 2014 dengan nilai yang lumayan, lumayan ancurrr.. haha..
engga lah sebagai siswa yang alim dan sok polos nilai ku masih bisa
dibanggakan lah.. Ketika lulus itu saya sangat memiliki niat untuk
melanjutkan
kuliah di perguruan tinggi, namun ada hambatan yang mungkin banyak orang
yang mengalami, yaitu mengenai biaya kuliah yang tidak sedikit. Dan
hambatan itu membuat saya merasa ‘kendo’ istilah
jawanya. Namun saya tidak menerima keadaan begitu saja, untuk mewujudkan
keinginan saya, kemudian saya mencari info beasiswa
dari berbagai sumber termasuk dari pemerintah dan swasta. Nah kebetulan
saya
menemukan bantuan pendidikan dari pemerintah yang cukup menarik dan saya
kemudian mendaftar beasiswa itu melalui rekomendasi dari sekolah. ini
yang menghidupkan lagi mimpi ku untuk bisa kuliah. Untuk
memperoleh beasiswa itu pendaftar harus diterima terlebih dahulu di
perguruan
tinggi. Lalu saya mengikuti ujian SBMPTN 2014 di Universitas Sebelas
Maret
(UNS) mengambil jurusan Teknik Informatika sebagai pilihan pertama. Saya
mengikuti ujian itu bersama Edi dan Ayu. Selama satu bulan saya belajar
soal-soal ujian SBMPTN yang kebanyakan ga mudah aku pahami. Tetapi jenis
soal
yang paling menarik adalah soal Tes Potensial Akademik yang memainkan
logika, soal nya kayak teka-teki gitu :-D
.
Satu hari sebelum ujian kami sudah berangkat ke UNS sambil
survei ruangan ujian, supaya ga tersesat pada hari H nya.. hehe.. Kami berangkat via
bus Safari dari pasar Ampel dimana kami sudah janjian sebelumnya dan kebetulan kami
bertemu Rochibin yang merupakan teman SMK yang ternyata juga mengikuti ujian
SBMPTN di Jogja dan ada Deni yang juga ikut SBMPTN di Solo tetapi beda lokasi
dengan kami bertiga. Saya tanya mereka semua tentang persiapan ujiannya,
ternyata mereka semua belum menguasai materi sama seperti saya. Tetapi kami
mencoba untuk optimis. Kemudan kami akhirnya sampai di UNS, yg sebelumnya kami
berpisah ditengah jalan dengan Rochibin dan Deni.
Saya
cukup kagum tenyata kampus UNS itu cukup megah dan sangat luas, didalam
kampus aja sampe disediain bus. kami
disana bertemu dengan kak Mey tetangga Ayu yang sudah terlebih dahulu
kuliah disana.
Akhirnya kami diantar menuju lokasi ujian dengan menaiki bus yang
disediakan
oleh kampus. Setelah itu kami menuju vihara kecil yang ada di dalam
kampus, ternyata disini ada 5 tempat ibadah, wow keren kan. kami
divihara itu dikenalkan dengan teman-teman kak Mey ada kak Meta, kak
Dio, kak Gerry (yg lain lupa namanya :-) ). Rencana kami mau menginap
divihara itu semalam aja, eh ternyata ga diperbolehkan. Untungnya
temen-temen kak Mey baik hati semua, kami ditawari menginap dikos'an
mereka :-) waktu itu sepertinya kami ga tau malu ditawari langsung
mau-mau aja.. haha.. kami bertiga menginap ditempat berbeda. aku nginep
dirumahe kak Dio. udah nginep minta diajarin lagi, plakk.. untungnya
mereka kak Dio baik banget. aku diajarin ngerjain soal-soal matematika,
fisika dan kimia sampe jm hampir jm 1 pagi di depan tv sambil nonton
Jerman vs Portugal kebetulan waktu itu ada Piala Dunia :-D
Paginya
17 Juni 2014 tepatnya hari selasa kami dianter sampai depan ruang
ujian. kami bertiga berpisah digedung itu karena beda ruangan. Si Edi
pun sempat
tersesat salah ruangan.. haha.. koplakk.. udah ada nomor ruangan di
kartu
pesertanya masih aja salah masuk ruangan :v selama ujian aku sedikit
heran karena mereka berasa suci kan aneh, semuanya ngerjain sendiri
fokus pada soal. ga kaya ujian sewaktu SMK dulu yang suka
contek-contekan. aku duduknya paling depan
berhadapan langsung dengan pengawas. mantabb.. walaupun banyak soal
yang susahnya setengah mati aku juga ngerjain sendiri tanpa mencontek
(ga ada yg kenal :v ),
karena emang ga ada teman yg satu ruangan hehe.. orang samping ku aja
sampe nyebut "Astaghfirullah" berkali-kali, mungkin terlalu mudah kali
:v ..
Setelah
ujian kami berjalan kaki
menuju depan kampus yang jaraknya cukup jauh. Sambil nunggu bus, kami
beli jus melon dulu untuk melepas dahaga. Setelah bus datang kami
langsung naik menuju
rumah kami masing-masing. Selama satu bulan kami menunggu pengumuman,
setelah
pengumuman sudah terbit. aku langsung cek melalui ID pendaftaran saya,
dengan
dag dig dug saya baca pengumuman dan akhirnya saya tidak lulus :-( ,
ternyata Edi dan Ayu juga sama. rasanya sedih sekali tapi mau nangis ga bisa.. akhinya aku nangis karena ga bisa nangis :(
ada beberapa pelajaran berharga yang aku bisa aku pahami dari kegagalan tersebut yang mungkin bermanfaat bagi kalian :
- Perjuangkan mimpimu secara total, kesalahanku waktu itu persiapan belajarku kurang.
- Bagi kalian yang masih smk/sma belajarlah dengan sungguh-sungguh materi yang diajarkan guru walaupun kadang kalian tidak tahu berguna atau tidak. Kalian harus punya alasan yang kuat untuk belajar.
- Yakinlah ketika menghadapi ujian, kuatkan dengan berdoa.
- Yang terakhir, jangan nonton Piala Dunia :-D
sekian dari saya, matur tengkyu yang udah baca sampai selesai. tunggu cerita selanjutannya. :-)
Baca juga : Gagal Itu Bikin Ketagihan

0 komentar:
Post a Comment