Dulu gue pernah bekerja di tiga tempat, pertama kerja jadi
operator warnet game online, kedua kerja di toko komputer, ketiga kerja sebagai
karyawan di Alf*mart. Bekerja ditempat-tempat tersebut tentunya gue selalu
berhubungan dengan pelanggan secara langsung.
Dengan seringnya berhubungan dengan pelanggan tentunya gue
harus meladeni berbagai macam tipe pelanggan. Ada yang ga tau apa-apa jadi nurut-nurut
aja apa kata gue, ada yang banyak tanya (kayak interogasi gitu..), dan ada yang
nyebelin yaitu tipe kritikus yang akan ngomel-ngomel ga jelas (kaya burung
Pleci keselek duren..) hanya karena masalah sepele. Hal sekecil apapun akan bisa
jadi bahan untuk mengomel, gara-gara kaleng larutan cap badak yang ada badaknya
ada debu sedikit aja bisa kena ngomel. Jadi operator warnet diteriakin “Anjing..
Baj*ngan lo.. “ sama pelanggan juga pernah.
Dan sebagai karyawan itu memliki SOP atau prosedur kerja
yang mengatur gue bersikap dalam melayani pelanggan termasuk menghadapi
komplain. Karyawan itu dituntut harus selalu mengalah dan bersikap manis kepada
pelanggan walaupun terkena omelan sekejam apapun. Jadi gue harus menahan emosi
dan berusaha menyusun kata-kata yang baik, itu ga enak sama sekali.
Dalam bekerja melayani pelanggan terkena omel adalah hal
yang biasa, jika kita tidak punya mental yang kuat maka kita tidak akan bisa
bertahan.
Itu dulu pas gue bekerja, sekarang gue lagi kuliah, akhirnya
hari ini gue merasa lega banget bisa merasakan betapa nikmatnya menjadi
pelanggan. Gue bisa ngomel-ngomel bebas tanpa harus bersikap sok manis. Yang menjadi
sasaran gue adalah agen jasa pengiriman T*ki. Itu karena gue ngirim paket ke
Bengkulu lebih dari 10 hari belum sampai. Padahal sang agen bilangnya 2 hari
sampai.
Sebenarnya sih waktu itu gue ga mau ngomelin orang tetapi
karena pelayannya judes omongannya ga enak didengerin kaya kucing mau beranak,
jadi ya itung-itung dengan ngomel-ngomel ini sekalian belajar mengolah kata
dengan cepat.. hehe..

0 komentar:
Post a Comment